Selasa, 06 Oktober 2009

Universitas Al-Azhar Mesir Larang Siswinya Bercadar !


Mesir :Pimpinan Universitas Al-Azhar, Mesir, Muhammad Sayed Tantawi melarang penggunaan penutup wajah (cadar) di sekolah Al-Azhar. Para murid diperintahkan untuk melepas cadarnya selama mereka berada di sekolah.

Seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (6/10/2009), petugas keamanan kampus juga membenarkan pihaknya telah meminta para siswa untuk melepas cadar itu ketika memasuki area Al-Azhar, termasuk beberapa asrama di lingkungan Universitas Cairo.

Pelarangan ini bermula ketika salah seorang siswi Tantawi yang berusia 12 tahun mengenakan cadar di kelasnya. Tantawi yang juga merupakan ulama terbesar di Mesir ini meminta sang siswi untuk melepasnya karena menganggap cadar adalah sebuah tradisi dan tidak ada hubungannya dengan Islam.

Cadar, menurut ulama yang pernah memimpin salat jenazah bagi pemimpin Palestina Yasser Arafat itu, merupakan tradisi dari masyarakat Arab sebelum Islam berkembang.

Sebelumnya, Kementerian Agama Mesir juga pernah mengeluarkan larangan bagi wanita muslim yang memberikan khutbah di masjid mengenakan cadar. Perawat juga dilarang menggunakan cadar sejak 2008 lalu. Demikian juga di area pengadilan. Akan tetapi pelarangan ini tidak seluruhnya dilaksanakan.

Sementara pihak yang kontra dengan Tantawi menganggap pelarangan ini merupakan tindak yang akan merugikan kebebasan bagi wanita muslim. Siswi bercadar Universitas Cairo mengancam akan menuntut ke menteri pendidikan tinggi dan akan menggelar aksi protes di kampus, demikian dilansir MEMRI.
Penulis artikel dari Korespondesis Mesir ;
Amanda Ferdinan Putri.

Gosip Cerai Titi DJ: Ovy Peka dan Sensitif, Saya Meledak-ledak ?!?


Jakarta : Digosipkan bercerai dari Ovy, Titi DJ membantah mentah-mentah. Namun kalau soal pertengkaran rumah tangga ia tak menyangkalnya. Mengingat perbedaan sifat keduanya yang sangat bertolakbelakang.

"Berantem ya biasalah. Ovy itu peka dan sensitif, sedangkan saya itu meledak-ledak," ujar Titi ditemui di kediamannya, Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang, Selasa (6/10/2009).

Ovy dan Titi merasa pertengkaran tersebut biasa terjadi. Namun keduanya tak pernah punya niatan untuk bercerai. Mendengar gosip yang tak benar itu, keduanya pun hanya bisa tertawa.

Bukan kali ini saja, pelantun 'Sang Dewi' itu digosipkan cerai. Titi pun mulai kebal. Walau begitu rasa kesal tentu saja ada. Mengingat keduanya tengah menggarap proyek bersama, Titi ogah gosip ini dijadikan alat untuk menaikkan pamor.

"Soalnya udah 3 kali digosipin kayak gini. Tapi lama-lama juga keganggu. Kita kan lagi buat album, nanti disangka mumpung dan settingan gimana gitu," jelas Titi.
Penulis artikel : Sakti Wondy.

Siap Pidanakan Rhani, Pengacara Antasari Bantah Lontarkan Ancaman !


Jakarta : Pengacara Antasari Azhar membantah telah 'mengancam' Rhani Juliani terkait keterangannya kepada polisi. Mereka hanya mengingatkan, istri bos PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) itu dapat dipidanakan bila memberikan kesaksian palsu.

"Itu sama sekali bukan ancaman, kita hanya mengingatkan bahwa akan ada konsekuensi hukum yang akan ditanggung Rhani bila tidak memberikan keterangan yang sebenarnya," kata pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, kepada http://lidra-reza.blogspot.com/ , Selasa (6/10/2009).

Ari menduga, Rhani telah berbohong saat memberi keterangan kepada polisi soal pertemuanya dengan Antasari di Hotel Gran Mahakam. Rhani diduga telah merekayasa semua keterangan soal apa yang terjadi di kamar 803 hotel tersebut.

"Kita tidak membantah soal pertemuan itu, tapi kita tidak menerima tentang apa yang terjadi di kamar itu seperti yang diceritakan Rhani," kata Ari.

Ari pun kembali menegaskan agar Rhani menyadari soal keterangannya di hadapan polisi. Jika seluruh keterangan itu tidak dapat dibuktikan, Rhani dapat diancam hukuman hingga 5 tahun penjara.

"Kalau keterangan itu benar ya sudah, tidak apa-apa. Tapi kalau sampai ternyata dia memberikan keterangan palsu dan kami ada buktinya, itu akan merugikan Rhani sendiri," tandas Ari.

Pada Senin (5/10), pengacara Antasari yang lain,Juniver Girsang, menyatakan, dari pertemuan Rhani dan Antasari di Gran Mahakam itu telah dibentuk opini seakan-akan telah terjadi perbuatan yang tidak patut dilakukan Antasari kepada Rhani.
Penulis artikel : Idha Nuraida.

Menutup Celah Kecurangan di Pasar Saham ?!?


Jakarta : Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dua sejawatnya, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sedang merumuskan transformasi sistem dan mekanisme pasar modal baru.

Tujuannya, tidak lain adalah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan transparan.

Harus diakui, saat ini sistem dan mekanisme pasar modal masih memberikan peluang bagi tangan-tangan jahil investor maupun broker nakal untuk melakukan aksi-aksi yang hanya menguntungkan dirinya sendiri.

Sebut saja, aksi goreng menggoreng saham, aksi manipulasi keuangan, hingga penyalahgunaan aset nasabah pasar modal. Apalagi, setelah krisis pasar modal tahun 2008, secara mendadak terkuak jejaring rumit aksi manipulasi yang dilakukan berbagai pihak.

Contohnya kasus produk reksa dana bodong PT Antaboga Delta Sekuritas yang dipasarkan oleh PT Bank Century Tbk (BCIC) yang juga melibatkan PT Signature Capital Securities, kemudian kasus penggelapan dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas dan sebagainya.

Ada pula aksi naked short selling yang dituding menjadi salah satu pendorong ambruknya pasar modal Indonesia menjelang akhir 2008. Detil mengenai apa yang dimaksud dengan naked short selling dapat dilihat pada tulisan detikFinance bertajuk "Seluk Beluk Transaksi Short Selling" pada 6 Mei 2009.

Ketika itu, Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah broker. Namun hingga kini, dengan sangat berat untuk dikatakan, otoritas tidak pernah bisa membuktikan adanya aksi naked short selling ini.

Kasus penyalahgunaan dana nasabah Sarijaya juga baru ketahuan setelah masalah muncul. Sistem dan mekanisme yang sekarang berlaku, harus diakui, belum mampu memberikan peringatan dini (early warning) terhadap aksi-aksi manipulatif seperti ini.

Namun otoritas terus menerus berupaya melakukan perubahan guna mengurangi peluang-peluang terjadinya kecurangan tersebut.

Pada awal 2009, BEI menerapkan sistem operasional baru bernama Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS-NextG). Sistem ini bisa menampung 500 ribu transaksi per harinya dan bisa memfasilitasi berbagai instrumen produk pasar modal di masa mendatang.

Langkah ini dilakukan guna mempersiapkan pasar modal Indonesia yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak investor dan produk pasar modal ke depannya.

Pertengahan tahun 2009, kapasitas transaksi JATS-NextG ditingkatkan menjadi 1 juta transaksi per hari lantaran adanya masalah pada sistem perdagangan PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) yang menyebabkan seluruh sistem JATS-NextG terpaksa dihentikan sementara.

Teranyar, KSEI baru saja meluncurkan fasilitas yang disebut sebagai Sistem Investor Area. Fasilitas baru ini merupakan upaya menciptakan transparansi posisi portofolio nasabah. Sebelum sistem ini diberlakukan, nasabah hanya bisa mengetahui posisi portofolionya berdasarkan informasi yang diberikan oleh brokernya masing-masing.

Masalahnya, dalam sistem tertutup satu arah tersebut, memberikan peluang bagi broker-broker nakal untuk menyalahgunakan portofolio nasabah tanpa sepengetahuan nasabah. Contohnya kasus nasabah Sarijaya.

Berangkat dari masalah tersebut, KSEI pun meluncurkan fasilitas yang memberikan kesempatan pada nasabah melakukan pengecekan langsung atas posisi portofolionya dari data yang ada di KSEI. Teorinya, posisi portofolio nasabah yang diberikan broker dan yang tercatat di KSEI harus identik.

Peluncuran sistem investor area merupakan suatu langkah kemajuan guna mewujudkan transparansi di pasar modal. Dengan fasilitas ini, peluang tangan-tangan jahil yang bermaksud menyalahgunakan portofolio nasabah sangat dibatasi.

Namun itu saja tidak cukup. KPEI kini merancang suatu mekanisme transparansi yang dijamin bisa membuat pelaku manipulasi pasar modal harus berpikir lebih dari dua kali sebelum melakukan kecurangan.

"Sistem ini melengkapi fasilitas sistem investor area. Sistemnya sudah siap, tinggal menunggu regulasinya saja," ujar Direktur Utama KPEI, Hoesen dalam paparan di gedung BEI, Selasa (6/10/2009).

Dengan sistem baru yang sedang dipersiapkan KPEI, nasabah akan memiliki kemampuan untuk melakukan pengecekan langsung mengenai posisi transaksi perpindahan efek nasabah.

"Dalam setiap transaksi, seharusnya diiringi dengan jaminan transaksi yang diberikan oleh broker. Nah dengan sistem baru ini, nasabah bisa melihat apakah posisinya memiliki jaminan atau tidak," jelas Hoesen.

Di sisi lain, KPEI yang memiliki peran sebagai lembaga yang memfasilitasi segala penyelesaian transaksi, saat ini memiliki keterbatasan dalam melakukan pemantauan transaksi.

Dalam sistem yang berlaku saat ini, otoritas hanya bisa memantau aktivitas transaksi dari transaksi broker, bukan per nasabah.

"Dengan sistem ini, nantinya otoritas bisa memantau aktivitas transaksi yang dilakukan per nasabah," ujar Hoesen.

Nanti, lanjut Hoesen, apa yang disebut sebagai identitas tunggal investor (single ID) akan dikoneksikan ke sistem JATS-NextG. Saat ini, single ID baru digunakan pada fasilitas sistem investor area.

"Kalau sudah dikoneksi, kita bisa melihat apakah ada ID yang sama melakukan pembelian melalui sejumlah broker. Jadi sistem monitoringnya lebih aman dan transparan," jelasnya.

Wajar saja, dengan sistem yang sekarang berlaku, aksi goreng menggoreng saham mudah dilakukan, karena otoritas tidak bisa melihat aktivitas transaksi per nasabah. Otoritas hanya bisa melihat data transaksi per broker.

"Dengan sistem ini, transaksi semu bisa kita pantau dan ketahui," ujar Hoesen.

Berbagai upaya manipulasi juga akan bisa dicegah dengan sistem ini, seperti yang terjadi pada nasabah Sarijaya dan mungkin saja banyak broker lainnya yang hingga saat ini tidak ketahuan.

"Segala aktivitas transaksi per nasabah akan secara otomatis tercatat, sehingga kalau ada masalah seperti kasus Sarijaya, penelusuran historis transaksi per nasabah dapat dilakukan dengan mudah," ujarnya.

Kendati demikian, Hoesen mengakui kalau penerapan sistem baru ini bisa membuat aktivitas transaksi di lantai bursa melambat. Namun ia yakin, ke depannya aktivitas transaksi akan lebih besar lagi.

"Sama seperti ketika peralihan sistem floor trading ke sistem remote trading, memang terjadi penurunan. Saya rasa itu manusiawi. Namun akhirnya, justru aktivitas transaksi meningkat karena sistemnya juga mampu menangani peningkatan transaksi," jelas Hoesen.

Oleh sebab itu, Hoesen meyakini, penurunan transaksi merupakan konsekuensi dalam setiap transisi. Namun seiring dengan upaya mewujudkan industri pasar modal yang sehat dan transparan, Hoesen optimistis, transisi ini akan membuat pasar modal menjadi lebih besar lagi.

"Tujuan utamanya kan untuk melindungi nasabah pasar modal. Jadi saya kira ini akan membuat industri ini menjadi lebih baik ke depannya," ujarnya.
Penulis artikel : Lidra Reza Wisudawan.

Raffi Ahmad Tampik Gosip Yuni Shara Labrak Asha Sarah !


Jakarta : Beberapa waktu lalu, tersiar kabar Yuni Shara cemburu dan kemudian melabrak pemain sinetron Asha Sarah karena terlalu dekat dengan Raffi Ahmad. Mendengar hal itu, Raffi pun langsung menampiknya.

"Nggak ada labrak-labrakan," ujar presenter Dahsyat itu saat ditemui di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (6/10/2009).

Raffi menekankan kalau Yuni tidak akan melakukan hal tersebut. Ia pun mengungkapkan kakak Krisdayanti itu merupakan sosok yang baik hati.

"Yuni orangnya baik, mana mungkin ia melakukan hal itu," jelasnya.

Namun Raffi tidak menampik dirinya memang dekat. Raffi mengaku sudah mengenal lama Asya ketika dirinya masih malang melintang di dunia sinetron.
Penulis artikel : Sakti Wondy.

Minggu, 04 Oktober 2009

Manajemen PH Fireworks Bungkam !


Jakarta : Buntut insiden balon gas meledak yang menyebabkan 59 mengalami luka bakar, rumah produksi (PH) Fireworks memilih diam. Pihak manajemen maupun karyawan di kantor PH tersebut ogah-ogahan melayani wartawan yang hendak mengonfirmasi insiden kemarin.

"Lagi nggak ada orang. Pada keluar semua," kata salah satu satpam jaga, di kantor tersebut, Jl Prapanca Buntu No 37 C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2009).

Kendati demikian, di halaman rumah yang dijadikan kantor tersebut terparkir 2 kendaraan mewah (Ford B 8931 PJ dan Mercy B 1897 Z0 ), 1 Escudo dan kijang kapsul. Kantor tanpa plang nama itu terlihat sepi tanpa aktivitas berarti dan hanya petugas kebersihan yang tengah bekerja.

"Biasanya begini, manajemen datang pagi ngumpul terus pergi bareng-bareng pakai KIA Pregio," imbuhnya.

Pihak Telkomsel sebagai penyewa jasa PH Fireworks melempar tanggungjawab insiden balon meledak kepada rumah produksi itu. Sayangnya, nomor telepon seluler yang dicantumkan di website resmi Fireworks atas nama Tari Nirmolo tidak bisa dihubungi lewat telepon dan e-mail.
Penulis artikel : Sakti Wondy.

Bus Personel d'Masiv Terguling di Jalan Tol ?!?


Jakarta : Kabar tak menyenangkan datang dari band d'Masiv. Mereka baru saja mengalami kecelakaan. Bus yang ditumpanginya terguling di jalan tol dalam kota Jakarta.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (4/10/2009). Kala itu bus dari Musica Studios (label yang menaungi d'Masiv) menjemput para personelnya dan kru dari Cengkareng. Malam sebelumnya, Rian cs pentas di M Club, Makassar.

Menurut sumber detikhot, mini bus itu kehilangan keseimbangan dan terguling. Kontan orang yang ada di dalam bus pun syok.

Dari kecelakaan tersebut dua orang mengalami luka parah. Supir dari Musica mengalami sobek di bagian punggung. Sementara seorang kru d'Masiv bernama Yudhi Heriyadi patah tangan.

Para personel d'Masiv beberapa di antaranya menderita memar. Namun hingga kini mereka belum mau memberikan keterangan terkait kecelakaan tersebut.
Penulis artikel : Sakti Wondy.