Jumat, 09 Oktober 2009

2 Tipe Subaru Exiga Dilepas Rp 388 Juta dan Rp 488 Juta ?!?


Jakarta : Produsen mobil asal Jepang, Subaru akhirnya meluncurkan secara resmi Subaru Exiga ke pasar otomotif nasional.

Varian MPV 7 seater yang ditunggu-tunggu konsumen tanah air pun akhirnya dapat melenggang di jalanan tanah air. Tak tanggung-tanggung, ATPM Subaru di Indonesia itu pun langsung mendatangkan 2 varian sekaligus seperti apa yang dijanjikan beberapa hari lalu.

"Secara resmi kita luncurkan 2 varian MPV 7 seater Subaru Exiga ke pasar otomotif tanah air," kata General Manager PC Subaru Jimmny Halim ketika memberikan kata sambutan di Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Jumat (9/9/2009).

Tampil dengan wajah yang baru, Subaru Exiga diklaim Jimmy adalah kendaraan MPV yang akan semakin menyiratkan aura kenyamanan. Tak pelak akan membuat si pengendaranya pun semakin cinta kepada varian anyar Subaru exiga. "Dengan tujuan memberikan aman dan nyaman bagi penumpangnya, Subaru Exiga dikembangkan," tuturnya.

Subaru Exiga yang datang dengan 2 varian yakni 2.0i DOHC, dengan tenaga puncak 146 HP dibanrol dengan harga Rp 388 juta on the road (OTR) serta Subaru Exiga 2.0 GT yang dilengkapi turbocharger dan juga intercooler sehingga membuat lonjakan tenaga menjadi 221 daya kuda, varian tersebut dihargai Rp 488 juta on the road (OTR).
Penulis artikel : Idha Nuraida.

Krisdayanti Kangen Sama Anaknya !


Jakarta : Sudah satu bulan lebih Krisdayanti tidak bertemu kedua buah hatinya. Rasa rindu pun tak dapat dibendung.

"Kangen yah pastinya," ujar Elsie Lontoh, pengacara KD, saat ditemui wartawan http://lidra-reza.blogspot.com/ di kantornya di Jl HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2009).

Namun rasa rindu KD tak bisa meluluhkan hati Anang maupun kedua anaknya. Hingga kini mereka masih belum membuka tangan dengan kehadiran KD.

Soal ketidakhadiran Anang di persidangan, Elsie mengaku itu atas inisiatifnya. "Memang sudah kita setting salah satu saja yang dateng," imbuhnya.

Hal itu dilakukan agar proses persidangan singkat dan tidak bertele-tele.
Penulis artikel : SAKTI WONDY.

Selasa, 06 Oktober 2009

Berita Teknologi ; Berawal Dari Blog Bisa Keliling Indonesia .


Jakarta :Pengen keliling-keliling Indonesia dengan bermodal nge-blog saja? Bukannya tidak mungkin, hal ini bisa dilakukan jika kita punya konsistensi terhadap tulisan kita, dalam mengangkat isu-isu pemberdayaan masyarakat.

Seperti dikisahkan oleh Dita, sang pemenang bloggership award 2008, yang
disponsori Microsoft. Bloggership sendiri merupakan sebuah scholarship
khusus bagi para blogger yang pertama kali diluncurkan oleh Microsoft Indonesia. Bloggership diberikan kepada blogger muda berusia 20-35 tahun dan berjangka waktu 6 bulan.

Dita, begitu biasa ia disapa menuturkan berawal dari hobi menulis buku
harian, gadis imut ini terpilih menjadi pemenang Bloggership Award pertama besutan Microsoft Indonesia. Dita tentu langsung tertarik dengan kesempatan jalan-jalan ke berbagai daerah dan menulis isu-isu seputar bidang yang digemarinya sebagai bagian dari hadiah yang ia terima selama enam bulan (Januari-Juni 2009).

Selama perjalanan ke tiga provinsi, Dita diberi kebebasan untuk mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan edukasi, peningkatan SDM serta kontribusi sektor swasta dalam pemberdayaan masyarakat guna membuka kesempatan ekonomi.

Nge-blog memang mengasyikkan. Apalagi kini telah banyak operator yang
menawarkan paket internet murah. Alhasil kegemaran kita untuk nge-blog bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Khawatir koneksi lambat karena banyaknya pengguna yang tertuju pada suatu
operator murah? Tak usah khawatir, karena kini dengan koneksi berbasis CDMA 20001x, termasuk akses data broadband dengan EVDO Rev A di band frekuensi 1900 MHz dari operator Smart Telecom, para blogger dapat menyalurkan hobinya tersebut, tanpa khawatir koneksi down karena overload.

Lebih jauh lagi, Smart juga memiliki penawaran notebook murah berharga
terjangkau. Netbook seharga 4 jutaan itu itu sudah mencakup prosesor Atom
N270 1.6 GHz, RAM 1 GB dan lisensi Windows XP Home Edition original. Netbook dirasa bakal menjadi teman setia para blogger, untuk menyalurkan hobinya, kapan saja dan di mana saja.

Berbekal koneksi 3.5G CDMA dengan kecepatan download hingga 3.1 Mbps dan
upload hingga 1.8 Mbps, Netbook ini akan mensupport semua kebutuhan para blogger. Pasalnya kemampuan koneksi ini kurang lebih adalah 5 kali dari koneksi 3.5G GSM.

Tunggu apalagi, mulailah ngeblog detik ini juga. Siapa tahu bisa menyusul
kesuksesan Dita untuk berkeliling Indonesia, hanya berawal dari ngeblog.
Penulis artikel : Lidra Reza Wisudawan.

Universitas Al-Azhar Mesir Larang Siswinya Bercadar !


Mesir :Pimpinan Universitas Al-Azhar, Mesir, Muhammad Sayed Tantawi melarang penggunaan penutup wajah (cadar) di sekolah Al-Azhar. Para murid diperintahkan untuk melepas cadarnya selama mereka berada di sekolah.

Seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (6/10/2009), petugas keamanan kampus juga membenarkan pihaknya telah meminta para siswa untuk melepas cadar itu ketika memasuki area Al-Azhar, termasuk beberapa asrama di lingkungan Universitas Cairo.

Pelarangan ini bermula ketika salah seorang siswi Tantawi yang berusia 12 tahun mengenakan cadar di kelasnya. Tantawi yang juga merupakan ulama terbesar di Mesir ini meminta sang siswi untuk melepasnya karena menganggap cadar adalah sebuah tradisi dan tidak ada hubungannya dengan Islam.

Cadar, menurut ulama yang pernah memimpin salat jenazah bagi pemimpin Palestina Yasser Arafat itu, merupakan tradisi dari masyarakat Arab sebelum Islam berkembang.

Sebelumnya, Kementerian Agama Mesir juga pernah mengeluarkan larangan bagi wanita muslim yang memberikan khutbah di masjid mengenakan cadar. Perawat juga dilarang menggunakan cadar sejak 2008 lalu. Demikian juga di area pengadilan. Akan tetapi pelarangan ini tidak seluruhnya dilaksanakan.

Sementara pihak yang kontra dengan Tantawi menganggap pelarangan ini merupakan tindak yang akan merugikan kebebasan bagi wanita muslim. Siswi bercadar Universitas Cairo mengancam akan menuntut ke menteri pendidikan tinggi dan akan menggelar aksi protes di kampus, demikian dilansir MEMRI.
Penulis artikel dari Korespondesis Mesir ;
Amanda Ferdinan Putri.

Gosip Cerai Titi DJ: Ovy Peka dan Sensitif, Saya Meledak-ledak ?!?


Jakarta : Digosipkan bercerai dari Ovy, Titi DJ membantah mentah-mentah. Namun kalau soal pertengkaran rumah tangga ia tak menyangkalnya. Mengingat perbedaan sifat keduanya yang sangat bertolakbelakang.

"Berantem ya biasalah. Ovy itu peka dan sensitif, sedangkan saya itu meledak-ledak," ujar Titi ditemui di kediamannya, Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang, Selasa (6/10/2009).

Ovy dan Titi merasa pertengkaran tersebut biasa terjadi. Namun keduanya tak pernah punya niatan untuk bercerai. Mendengar gosip yang tak benar itu, keduanya pun hanya bisa tertawa.

Bukan kali ini saja, pelantun 'Sang Dewi' itu digosipkan cerai. Titi pun mulai kebal. Walau begitu rasa kesal tentu saja ada. Mengingat keduanya tengah menggarap proyek bersama, Titi ogah gosip ini dijadikan alat untuk menaikkan pamor.

"Soalnya udah 3 kali digosipin kayak gini. Tapi lama-lama juga keganggu. Kita kan lagi buat album, nanti disangka mumpung dan settingan gimana gitu," jelas Titi.
Penulis artikel : Sakti Wondy.

Siap Pidanakan Rhani, Pengacara Antasari Bantah Lontarkan Ancaman !


Jakarta : Pengacara Antasari Azhar membantah telah 'mengancam' Rhani Juliani terkait keterangannya kepada polisi. Mereka hanya mengingatkan, istri bos PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) itu dapat dipidanakan bila memberikan kesaksian palsu.

"Itu sama sekali bukan ancaman, kita hanya mengingatkan bahwa akan ada konsekuensi hukum yang akan ditanggung Rhani bila tidak memberikan keterangan yang sebenarnya," kata pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, kepada http://lidra-reza.blogspot.com/ , Selasa (6/10/2009).

Ari menduga, Rhani telah berbohong saat memberi keterangan kepada polisi soal pertemuanya dengan Antasari di Hotel Gran Mahakam. Rhani diduga telah merekayasa semua keterangan soal apa yang terjadi di kamar 803 hotel tersebut.

"Kita tidak membantah soal pertemuan itu, tapi kita tidak menerima tentang apa yang terjadi di kamar itu seperti yang diceritakan Rhani," kata Ari.

Ari pun kembali menegaskan agar Rhani menyadari soal keterangannya di hadapan polisi. Jika seluruh keterangan itu tidak dapat dibuktikan, Rhani dapat diancam hukuman hingga 5 tahun penjara.

"Kalau keterangan itu benar ya sudah, tidak apa-apa. Tapi kalau sampai ternyata dia memberikan keterangan palsu dan kami ada buktinya, itu akan merugikan Rhani sendiri," tandas Ari.

Pada Senin (5/10), pengacara Antasari yang lain,Juniver Girsang, menyatakan, dari pertemuan Rhani dan Antasari di Gran Mahakam itu telah dibentuk opini seakan-akan telah terjadi perbuatan yang tidak patut dilakukan Antasari kepada Rhani.
Penulis artikel : Idha Nuraida.

Menutup Celah Kecurangan di Pasar Saham ?!?


Jakarta : Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dua sejawatnya, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sedang merumuskan transformasi sistem dan mekanisme pasar modal baru.

Tujuannya, tidak lain adalah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan transparan.

Harus diakui, saat ini sistem dan mekanisme pasar modal masih memberikan peluang bagi tangan-tangan jahil investor maupun broker nakal untuk melakukan aksi-aksi yang hanya menguntungkan dirinya sendiri.

Sebut saja, aksi goreng menggoreng saham, aksi manipulasi keuangan, hingga penyalahgunaan aset nasabah pasar modal. Apalagi, setelah krisis pasar modal tahun 2008, secara mendadak terkuak jejaring rumit aksi manipulasi yang dilakukan berbagai pihak.

Contohnya kasus produk reksa dana bodong PT Antaboga Delta Sekuritas yang dipasarkan oleh PT Bank Century Tbk (BCIC) yang juga melibatkan PT Signature Capital Securities, kemudian kasus penggelapan dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas dan sebagainya.

Ada pula aksi naked short selling yang dituding menjadi salah satu pendorong ambruknya pasar modal Indonesia menjelang akhir 2008. Detil mengenai apa yang dimaksud dengan naked short selling dapat dilihat pada tulisan detikFinance bertajuk "Seluk Beluk Transaksi Short Selling" pada 6 Mei 2009.

Ketika itu, Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah broker. Namun hingga kini, dengan sangat berat untuk dikatakan, otoritas tidak pernah bisa membuktikan adanya aksi naked short selling ini.

Kasus penyalahgunaan dana nasabah Sarijaya juga baru ketahuan setelah masalah muncul. Sistem dan mekanisme yang sekarang berlaku, harus diakui, belum mampu memberikan peringatan dini (early warning) terhadap aksi-aksi manipulatif seperti ini.

Namun otoritas terus menerus berupaya melakukan perubahan guna mengurangi peluang-peluang terjadinya kecurangan tersebut.

Pada awal 2009, BEI menerapkan sistem operasional baru bernama Jakarta Automatic Trading System Next Generation (JATS-NextG). Sistem ini bisa menampung 500 ribu transaksi per harinya dan bisa memfasilitasi berbagai instrumen produk pasar modal di masa mendatang.

Langkah ini dilakukan guna mempersiapkan pasar modal Indonesia yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak investor dan produk pasar modal ke depannya.

Pertengahan tahun 2009, kapasitas transaksi JATS-NextG ditingkatkan menjadi 1 juta transaksi per hari lantaran adanya masalah pada sistem perdagangan PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) yang menyebabkan seluruh sistem JATS-NextG terpaksa dihentikan sementara.

Teranyar, KSEI baru saja meluncurkan fasilitas yang disebut sebagai Sistem Investor Area. Fasilitas baru ini merupakan upaya menciptakan transparansi posisi portofolio nasabah. Sebelum sistem ini diberlakukan, nasabah hanya bisa mengetahui posisi portofolionya berdasarkan informasi yang diberikan oleh brokernya masing-masing.

Masalahnya, dalam sistem tertutup satu arah tersebut, memberikan peluang bagi broker-broker nakal untuk menyalahgunakan portofolio nasabah tanpa sepengetahuan nasabah. Contohnya kasus nasabah Sarijaya.

Berangkat dari masalah tersebut, KSEI pun meluncurkan fasilitas yang memberikan kesempatan pada nasabah melakukan pengecekan langsung atas posisi portofolionya dari data yang ada di KSEI. Teorinya, posisi portofolio nasabah yang diberikan broker dan yang tercatat di KSEI harus identik.

Peluncuran sistem investor area merupakan suatu langkah kemajuan guna mewujudkan transparansi di pasar modal. Dengan fasilitas ini, peluang tangan-tangan jahil yang bermaksud menyalahgunakan portofolio nasabah sangat dibatasi.

Namun itu saja tidak cukup. KPEI kini merancang suatu mekanisme transparansi yang dijamin bisa membuat pelaku manipulasi pasar modal harus berpikir lebih dari dua kali sebelum melakukan kecurangan.

"Sistem ini melengkapi fasilitas sistem investor area. Sistemnya sudah siap, tinggal menunggu regulasinya saja," ujar Direktur Utama KPEI, Hoesen dalam paparan di gedung BEI, Selasa (6/10/2009).

Dengan sistem baru yang sedang dipersiapkan KPEI, nasabah akan memiliki kemampuan untuk melakukan pengecekan langsung mengenai posisi transaksi perpindahan efek nasabah.

"Dalam setiap transaksi, seharusnya diiringi dengan jaminan transaksi yang diberikan oleh broker. Nah dengan sistem baru ini, nasabah bisa melihat apakah posisinya memiliki jaminan atau tidak," jelas Hoesen.

Di sisi lain, KPEI yang memiliki peran sebagai lembaga yang memfasilitasi segala penyelesaian transaksi, saat ini memiliki keterbatasan dalam melakukan pemantauan transaksi.

Dalam sistem yang berlaku saat ini, otoritas hanya bisa memantau aktivitas transaksi dari transaksi broker, bukan per nasabah.

"Dengan sistem ini, nantinya otoritas bisa memantau aktivitas transaksi yang dilakukan per nasabah," ujar Hoesen.

Nanti, lanjut Hoesen, apa yang disebut sebagai identitas tunggal investor (single ID) akan dikoneksikan ke sistem JATS-NextG. Saat ini, single ID baru digunakan pada fasilitas sistem investor area.

"Kalau sudah dikoneksi, kita bisa melihat apakah ada ID yang sama melakukan pembelian melalui sejumlah broker. Jadi sistem monitoringnya lebih aman dan transparan," jelasnya.

Wajar saja, dengan sistem yang sekarang berlaku, aksi goreng menggoreng saham mudah dilakukan, karena otoritas tidak bisa melihat aktivitas transaksi per nasabah. Otoritas hanya bisa melihat data transaksi per broker.

"Dengan sistem ini, transaksi semu bisa kita pantau dan ketahui," ujar Hoesen.

Berbagai upaya manipulasi juga akan bisa dicegah dengan sistem ini, seperti yang terjadi pada nasabah Sarijaya dan mungkin saja banyak broker lainnya yang hingga saat ini tidak ketahuan.

"Segala aktivitas transaksi per nasabah akan secara otomatis tercatat, sehingga kalau ada masalah seperti kasus Sarijaya, penelusuran historis transaksi per nasabah dapat dilakukan dengan mudah," ujarnya.

Kendati demikian, Hoesen mengakui kalau penerapan sistem baru ini bisa membuat aktivitas transaksi di lantai bursa melambat. Namun ia yakin, ke depannya aktivitas transaksi akan lebih besar lagi.

"Sama seperti ketika peralihan sistem floor trading ke sistem remote trading, memang terjadi penurunan. Saya rasa itu manusiawi. Namun akhirnya, justru aktivitas transaksi meningkat karena sistemnya juga mampu menangani peningkatan transaksi," jelas Hoesen.

Oleh sebab itu, Hoesen meyakini, penurunan transaksi merupakan konsekuensi dalam setiap transisi. Namun seiring dengan upaya mewujudkan industri pasar modal yang sehat dan transparan, Hoesen optimistis, transisi ini akan membuat pasar modal menjadi lebih besar lagi.

"Tujuan utamanya kan untuk melindungi nasabah pasar modal. Jadi saya kira ini akan membuat industri ini menjadi lebih baik ke depannya," ujarnya.
Penulis artikel : Lidra Reza Wisudawan.